Lambedower.com – Ada satu pola yang selalu terulang setiap tahun: lini A Series dari Samsung perlahan tapi pasti naik kelas. Namun, kehadiran Galaxy A57 5G terasa berbeda. Bukan sekadar peningkatan biasa—ini seperti upaya serius mendobrak batas antara midrange dan flagship.
Sejak bocoran awal beredar, perangkat ini sudah memancing rasa penasaran. Kini, saat wujud aslinya mulai terungkap, ekspektasi itu justru makin tinggi.
Desainnya memang masih mempertahankan DNA khas Samsung—minimalis dengan tiga kamera vertikal—tapi sentuhan baru pada material langsung terasa.
Bagian belakang yang kini dilapisi kaca dan frame aluminium memberi kesan lebih solid dan elegan. Tipis, ringan, namun terasa “mahal” saat digenggam. Bahkan dengan sertifikasi IP68, ponsel ini seperti ingin berkata: kelas menengah pun bisa tampil tangguh.
Masuk ke bagian depan, layar jadi salah satu daya tarik utama. Panel AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz menghadirkan visual yang halus dan tajam.
Bezel yang makin tipis membuat pengalaman menonton terasa lebih luas, lebih imersif—seolah menghapus batas antara layar dan dunia nyata.
Namun, daya pikat sesungguhnya ada di dalam.
Chipset Exynos 1680 berbasis 4 nm menjadi jantung performa yang membawa lompatan signifikan. Dipadukan dengan GPU berbasis AMD RDNA, perangkat ini tak lagi sekadar “cukup” untuk multitasking—ia siap diajak kerja berat hingga gaming intens. Angka performa yang diklaim menembus level tinggi menjadi sinyal jelas: ini bukan lagi pemain biasa di kelasnya.
Di sektor kamera, pendekatan yang diambil juga terasa lebih serius. Sensor Sony 50 MP dengan OIS memberikan hasil foto yang lebih stabil dan tajam, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Bukan sekadar angka megapiksel, tapi soal konsistensi hasil.
Lalu ada satu hal yang membuatnya semakin menarik: fitur.
Untuk pertama kalinya, teknologi Galaxy AI mulai merambah lini ini. Fitur yang sebelumnya eksklusif di kelas flagship kini turun ke perangkat yang lebih terjangkau. Ditambah janji update hingga enam tahun, Galaxy A57 5G bukan hanya soal performa hari ini, tapi juga investasi untuk masa depan.
Baterai 5000 mAh, fast charging 45W, hingga konektivitas lengkap menjadi pelengkap yang membuatnya terasa semakin matang sebagai sebuah paket.
Namun, seperti biasa, satu pertanyaan tetap menggantung: apakah harganya sepadan?
Jika benar nantinya dibanderol di kisaran Rp7–8 jutaan di Indonesia, Galaxy A57 5G bisa menjadi “sweet spot” bagi pengguna yang ingin rasa flagship tanpa harus membayar penuh. Tapi jika melambung terlalu dekat ke Rp9 jutaan, persaingan dengan lini premium akan jadi tantangan tersendiri.
Pada akhirnya, Galaxy A57 5G bukan hanya soal spesifikasi. Ia adalah sinyal perubahan—bahwa batas antara kelas menengah dan flagship kini semakin kabur.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, pengguna tak perlu lagi memilih di antara keduanya. (*)














