Lambedower.com – Kabar duka menyelimuti jagat animasi dunia. Tsutomu Shibayama, sosok di balik kehangatan kisah-kisah Doraemon, mengembuskan napas terakhirnya pada 6 Maret 2026—hanya tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-85.
Kepergian Shibayama diumumkan melalui saluran media sosial Ajiado Animation Works pada 17 Maret 2026. Dalam pernyataannya, studio tersebut mengungkap bahwa sang maestro meninggal dunia dengan tenang setelah berjuang melawan kanker paru-paru.
“Beliau mendedikasikan hidupnya selama puluhan tahun untuk dunia animasi,” tulis pernyataan itu, penuh rasa kehilangan.
Lahir pada 9 Maret 1941, Shibayama bukan sekadar sutradara. Ia adalah arsitek emosi yang merangkai tawa, haru, dan kenangan lintas generasi lewat karya-karyanya.
Di tangannya, Doraemon bukan hanya tontonan, melainkan bagian dari masa kecil jutaan orang di seluruh dunia.
Tak hanya itu, sentuhan kreatifnya juga hadir dalam karya lain seperti Nintama Rantaro, Makoto-chan, hingga Mighty Cat Masked Niyandar. Ia dikenal sebagai sosok multitalenta—sutradara, seniman storyboard, sekaligus animator yang memberi warna kuat pada industri anime Jepang.
Meski namanya besar, kepergian Shibayama berlangsung dalam kesunyian. Prosesi pemakaman digelar secara privat, sesuai dengan keinginan almarhum.
Keluarga bahkan menolak karangan bunga maupun kunjungan belasungkawa, seolah ingin menjaga perpisahan ini tetap sederhana—seperti kerendahan hati yang ia tunjukkan sepanjang hidupnya.
Namun, kepergian ini meninggalkan ruang kosong yang tak mudah terisi.
Sebab bagi banyak orang, karya Shibayama bukan sekadar hiburan. Ia adalah kenangan—tentang masa kecil, tentang tawa yang sederhana, dan tentang mimpi yang terasa begitu dekat.
Kini, ketika sosoknya telah tiada, satu hal yang tetap hidup adalah jejaknya. Dalam setiap episode, setiap adegan, dan setiap senyum yang pernah ia ciptakan, nama Tsutomu Shibayama akan terus dikenang—melintasi waktu, melampaui generasi. (*)














