Scroll untuk baca artikel
Berita

Sadis! Pria Setengah Baya Ini Habisi Istri Sirinya saat Malam Takbiran dan Dimutilasi Tujuh Bagian

×

Sadis! Pria Setengah Baya Ini Habisi Istri Sirinya saat Malam Takbiran dan Dimutilasi Tujuh Bagian

Sebarkan artikel ini
pelaku mutilasi di samarinda
Jafar dan Rusmini saat ditangkap, beberapa jam setelah melakukan mutilasi terhadap korban.

Lambedower.com – Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan warga akhirnya mulai terkuak. Pengakuan pelaku yang beredar luas di media sosial membuka fakta mengejutkan, mulai dari kronologi kejadian hingga motif di balik aksi keji tersebut.

Pelaku berinisial Jafar (56) mengakui telah menghabisi nyawa Suwimi (35), yang merupakan istri sirinya. Dalam video berdurasi sekitar lima menit, ia membeberkan peristiwa tragis itu terjadi setelah konflik berkepanjangan yang dipicu rasa sakit hati.

Menurut pengakuannya, korban sempat meminta maaf saat insiden terjadi. Namun, emosi pelaku yang sudah memuncak membuatnya tetap melanjutkan aksi kekerasan hingga korban meninggal dunia.

Tak sendiri, Jafar diketahui dibantu seorang perempuan berinisial Rusmini (56). Keduanya diduga telah merancang pembunuhan tersebut sejak jauh hari, termasuk menentukan lokasi pembuangan jasad korban.

Kronologi Kejadian

Rencana pembunuhan disebut telah muncul sejak Januari 2026. Pelaku bahkan sempat berdiskusi dengan rekannya terkait lokasi yang akan digunakan untuk menghabisi korban.

Eksekusi akhirnya dilakukan pada Jumat, sehari sebelum Lebaran. Waktu tersebut dipilih karena korban berencana pulang kampung, sehingga dianggap sebagai momen yang tepat.

Dalam aksinya, pelaku melakukan kekerasan menggunakan benda keras hingga korban tak bernyawa. Situasi sempat memanas karena korban melakukan perlawanan, namun pelaku tetap melanjutkan tindakannya.

Setelah kejadian, pelaku mengaku sempat panik. Namun, rekannya kemudian menyarankan untuk memotong tubuh korban agar lebih mudah dibuang. Proses tersebut dilakukan dengan peralatan yang telah disiapkan sebelumnya.

Jasad korban kemudian dibuang secara bertahap ke sejumlah lokasi menggunakan sepeda motor, dilakukan pada malam hari hingga dini hari agar tidak menarik perhatian warga.

Terungkap dari Temuan Warga

Kasus ini pertama kali terungkap pada Sabtu (21/3/2026), saat warga menemukan potongan tubuh manusia di kawasan Samarinda Utara. Penemuan tersebut langsung menghebohkan masyarakat.

Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kurang dari 24 jam, kedua pelaku berhasil diamankan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebut pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi korban karena tidak adanya tanda pengenal di lokasi.

Namun, melalui proses identifikasi, polisi akhirnya memastikan bahwa korban adalah Suwimi.

Motif Dendam

Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan dipicu rasa tersinggung. Pelaku mengaku sakit hati karena dituduh memiliki hubungan terlarang dengan rekannya.

Konflik tersebut terus memanas hingga akhirnya berujung pada tindakan fatal yang telah direncanakan.

Kini, kedua pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu terjadinya peristiwa tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak diselesaikan dengan baik dapat berujung pada tindakan kriminal serius dengan konsekuensi hukum yang berat. (*)