Scroll untuk baca artikel
Viral

Uang COD Berujung Petaka: Remaja di Sambas Aniaya Ibu Kandung, Fakta di Baliknya Bikin Miris

×

Uang COD Berujung Petaka: Remaja di Sambas Aniaya Ibu Kandung, Fakta di Baliknya Bikin Miris

Sebarkan artikel ini
sambas

Lambedower.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengguncang publik. Dalam rekaman singkat itu, terlihat seorang remaja pria melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya sendiri. Peristiwa memilukan ini terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Selasa, 17 Maret 2026.

Pelaku berinisial R (17) nekat menganiaya ibunya, S (52), hanya karena persoalan yang tampak sepele—uang untuk membayar paket cash on delivery (COD). Namun, di balik peristiwa itu, tersimpan cerita yang jauh lebih kompleks.

 Permintaan Sederhana yang Berujung Emosi

Kejadian bermula ketika R meminta uang kepada ibunya untuk melunasi barang yang ia pesan secara daring. Sang ibu, yang saat itu belum memiliki uang, mencoba menjelaskan dan berjanji akan memberikannya nanti.

Jawaban itu rupanya tak diterima.

Dalam kondisi emosi yang memuncak, R kehilangan kendali. Potongan video yang viral menunjukkan tindakan kekerasan yang mengundang kecaman luas dari masyarakat.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Pelaku diamankan pada malam hari untuk mencegah situasi semakin memburuk.

 Fakta di Balik Amarah

Di tengah kemarahan publik, fakta lain kemudian terungkap. Berdasarkan keterangan keluarga, R ternyata baru saja keluar dari rumah sakit jiwa dan masih dalam proses pemulihan.

Informasi ini mengubah cara pandang terhadap kasus tersebut—dari sekadar tindakan kriminal, menjadi persoalan yang juga menyentuh aspek kesehatan mental.

 Penanganan Berbeda

Dengan mempertimbangkan kondisi kejiwaan pelaku, aparat memutuskan tidak menahannya di sel tahanan biasa. R justru dikembalikan ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Langkah ini diambil sebagai upaya penanganan yang lebih tepat, sekaligus mencegah risiko kejadian serupa di kemudian hari.

 Pengingat untuk Banyak Keluarga

Kasus ini menjadi refleksi bahwa konflik dalam keluarga bisa dipicu oleh hal-hal kecil—bahkan dari sistem belanja modern seperti COD.

Di sisi lain, ini juga menegaskan pentingnya pengawasan dan pendampingan bagi anggota keluarga dengan riwayat gangguan kesehatan mental.

Karena pada akhirnya, di balik sebuah video yang viral, ada realitas yang tak selalu sederhana—tentang tekanan, kondisi psikologis, dan hubungan keluarga yang diuji. (*)