Lambedower.com – Bupati Rizky Aditya Putra terlibat dalam produksi film horor berjudul Tanah Dayak tanpa menerima bayaran. Keterlibatannya disebut sebagai bentuk dukungan terhadap promosi potensi daerah agar Kabupaten Lamandau semakin dikenal luas.

Lambedower.com – Bupati Rizky Aditya Putra terlibat dalam produksi film horor berjudul Tanah Dayak tanpa menerima bayaran. Keterlibatannya disebut sebagai bentuk dukungan terhadap promosi potensi daerah agar Kabupaten Lamandau semakin dikenal luas.
Dalam film tersebut, Rizky memerankan tokoh mantir atau pemangku adat. Peran ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan penguatan unsur budaya lokal yang menjadi daya tarik utama cerita.
Rizky mengaku sempat merasa grogi saat pertama kali menjalani proses syuting. “Awalnya grogi, takut tidak maksimal. Ternyata untuk satu adegan saja butuh waktu cukup lama dan harus diulang,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebut beberapa adegan yang melibatkannya dapat diselesaikan hanya dalam dua kali pengambilan gambar. Secara keseluruhan, proses syuting disebut berjalan lancar.
Kehadirannya di lokasi syuting di Desa Kinipan, yang berjarak sekitar dua jam dari Nanga Bulik, pada akhir pekan lalu tidak hanya untuk berakting.
Ia juga menyempatkan diri menyapa masyarakat dan kru film, bahkan ikut membantu memasak sebagai bentuk dukungan terhadap produksi.
Rizky menegaskan, dirinya tidak menerima bayaran atas keterlibatan tersebut. Ia menilai partisipasinya sebagai upaya mempromosikan keindahan alam, kekayaan adat budaya, serta keramahan masyarakat Lamandau.
Ia juga mengungkapkan, sekitar 98 persen proses syuting film dilakukan di wilayah Lamandau. Padahal, sebelumnya lokasi pengambilan gambar direncanakan tersebar di beberapa daerah.
Namun, sutradara dan produser akhirnya memilih Lamandau karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan cerita.
Rizky berharap film bergenre horor fiksi itu dapat meraih kesuksesan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat saat resmi dirilis. (mex)