Lambedower.com – Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan pilu seorang ibu bernama Nur Khairma melalui akun Instagram @nuri_khairma. Ia mengungkapkan duka mendalam sekaligus kekecewaan atas meninggalnya sang putra, Alceo Hanan Flantika, yang diduga menjadi korban kelalaian medis di RSUP M Djamil Padang.
Dalam unggahan yang viral tersebut, Nur Khairma membeberkan kronologi kejadian yang merenggut nyawa anaknya. Ia juga membagikan video berisi permintaan maaf dari pihak staf dan manajemen rumah sakit.
Menurut penuturannya, Alceo awalnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar akibat terkena air panas. Berdasarkan pengamatan keluarga, luka tersebut tergolong ringan hingga sedang dan seharusnya dapat pulih jika ditangani secara cepat dan tepat.
Namun, kondisi di lapangan disebut berbeda. Pihak keluarga mengklaim adanya dugaan kelalaian dalam penanganan medis. Beberapa hal yang menjadi sorotan di antaranya jadwal tindakan medis, termasuk operasi, yang disebut terus tertunda hingga lebih dari 24 jam.
Selain itu, korban dikabarkan harus menahan rasa sakit dalam waktu lama serta menjalani puasa sebelum tindakan medis yang terus mengalami penundaan. Tidak hanya itu, pasien juga ditempatkan di ruangan yang dinilai tidak representatif karena bercampur dengan pasien penyakit lain, yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi nosokomial.
Ketegangan sempat memuncak dalam pertemuan antara keluarga korban dan pihak rumah sakit. Dalam video yang beredar, manajemen dan staf RSUP M Djamil menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Meski demikian, pihak keluarga masih mempertanyakan standar prosedur operasional (SOP) yang diterapkan oleh rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan di akun @nuri_khairma terus dibanjiri dukungan dari warganet. Banyak pihak mendesak agar kasus ini diusut tuntas demi transparansi dan perbaikan layanan kesehatan.
“Luka bakar ringan sampai sedang seharusnya tidak berakhir seperti ini jika ditangani dengan cepat dan tepat,” tulis salah satu netizen.
Pihak RSUP M Djamil Padang diharapkan segera memberikan pernyataan resmi secara tertulis terkait evaluasi internal atas kejadian ini guna memberikan kejelasan bagi keluarga maupun masyarakat luas.














